"SAJAK UNTUK NURUL"
Setiap kali suria menjelma
Aku berkata kenapa berakhirnya ia
Sedang aku belum puas menatapnya
Rinduku betapa padanya
Setiap kali aku merenungnya
Wajahnya menjelma di sana
Melampiaskan rindunya juga
Menampar lena yang leka
Mengalun bersama kasihnya
Aku tersenyum bersahaja
Rindu padanya ibarat nyawa
Inilah ia
Yang dikatakan ikatan jiwa
Dua merpati ingin bersama
Menempuh ranjau bias
Dengan doa sebagai perisai
Walau ini sekadar kata-kata
Hakikatnya
Kata-kata itu doa
(Tinggal Kenangan... )




No comments:
Post a Comment