Saat masih dia ingin memelukmu
Lena di lengan makan bersuap
Masih mahu memegang jemari halusmu
Tuk berpimpin tangan lintasi jalan
Saat itulah kau tiada
Tercari-cari dia dalam kegelisahan
Sedang jari kasarmu mengusap
mengusir manik jernih di pipinya
Membujuk hati kecil yang meronta
minta mainan berbagai warna
Saat masih menanti pulangmu lewat petang
Di muka pintu setia dianya
Waktu itu kau hilang di pandangan mata
Tika enak bersenda gurau
Sama kamu yang dia anggap teman
Bagaikan warna warni di hidupnya
Yang tiada jalur tambah
Tertawa, terusik, menangis sendu,
Hanya keletah di saban waktu
Hari esoknya dia bertunggu
Saat itu sudah jauh kamu pergi
Namun masih dinanti
Walau hadirmu dalam igauan ngeri
Hari ini,
Dia, si kecil itu merasa sakit
Ketiadaan, kehilangan, kepergian kamu
Telah merubah rasanya
Rasa yang dulunya suka bertukar wajah duka
Senda kelmarin berganti sendu
Dalam pencarian dia terkaku
Kosong, sepi, sunyi, duka nestapa
Umpama mainan yang dulunya dibeli bapa
Tiada lagi kasih mesra
Menyentuh halus dalam dakapan eratmu ibu
Hari mendatang masihkan bererti
Tanpa kamu pengusik jiwa wahai saudara
Tika dirinya bermenung
Cuma si ibu, ayah dan saudara yang ditenung
Kini hilang dalam dunia mereka
Dia pula menghilang dalam dunianya
Dunia ketandusan, kesepian dan derita
Wajah angkuh tanpa secalit senyum
Menggambar rasa duka si kecil itu....





No comments:
Post a Comment